• Beranda
  • Motivasi
    • Premium Version
    • Free Version
    • Downloadable
    • Link Url
      • Example Menu
      • Example Menu 1
  • Opini
    • Facebook
    • Twitter
    • Googleplus
  • Puisi
    • Langgam Cinta
    • Pertemuan Bahagia dan Sedih
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Sebuah Perjalanan
  • Stories / Notes
  • Tips - Trik
  • Who Am I

Bangun Pagi-pagi


[2] Mengharap Ridho   
Dikatakan manusia hanya perlu untuk menerima ketentuan dari-Nya.Setelah menjinakan hawa nafsu lalu berusaha mendekat.
Ridho-Nya menjadi modal utama, Selalu ingin dekat, taqarrub pada Sang Maha Welas,menjadi modal utama untuk siap berada di pegunungan yang amat tinggi,untuk siap berada di padang pasir yang begitu panas menyengat disertai hujan berdebu,untuk siap di belahan bumi manapun,sekaligus siap di titik apapun.
Menjadi survive, begitulah termasuk diantara ciri-ciri bertakwa yang dikatakan dalam Minhajul Abidin yang ditulis setelah karya masterpiecenya Ihya Ulumuddin oleh Imam Al-Ghazali.
Mungkin bagaikan mengikuti arus…
Tapi jangan samakan menggapai Ridho dengan hanya bersimpah dan pasrah tanpa disertai usaha. Berusaha untuk selalu berupaya, mengupayakan yang terbaik dari apa yang bisa dilakukan dalam diri, dan selalu memotivasi diri walau disamping berbagai keterbatasan. Dikatakaan oleh Maslow dalah teori kebutuhannya (a Hierarchy of Needs), seorang bayi pun sudah merasakan kebutuhan motivasi itu, dengan menangis, impuls ke arah pertumbuhan lalu menuju ke arah potensi-potensi manusia.
Motivasi menjadi pembatas untuk tidak menyerah dan menumbuhkan ke arah survive. Motivasi juga membawa pada rasa ingin berjuang dan tidak menyerah.
Sehingga dalam kepasrahan seorang mukmin menjadi selalu tertindak langkah demi langkah, perbuatan demi perbuatan dari usaha terbaik. Itulah langkah yang akan dilalui untuk menuju tawakal.
Tak akan ada yang tahu bentuknya Tawakal seseorang, menjadi penting adalah selalu mengingat bahwa di atas langit masih ada langit.
Dan dalam keterbatasan mata memandang masih ada alam malakut yang menembus batas mata telanjang.
Jadi mana tahu yang seperti apa lebih mendapat Ridho-Nya. 
Wrote by Umi Nurchayati

Karunia Manusia
Disebutkan sebagai Khalifah dimuka bumi, menjadi sosok pilihan hingga malaikat pun bersujud
Tabiatnya menjadi sempurna dengan dikaruniai akal.
Manusia dan Akal, dan Nafsu yang dominan.
Menjadi sering lupa pada akal karena nafsu lebih diikuti,
Mulai mengingat kembali Sang Pencipta dikala kesempitan menghimpit.
Sungguh itulah cobaan
Berbagai macam bentuk cobaan silih berganti menimpa,
disebutkan diantara tiga yaitu harta, tahta dan wanita.
Ujian juga berupa segala hal yang menghalang-halangi untuk lebih baik,
Juga hal-hal yang menyenangkan.
Makan menjadi sangat enak karena nafsu makan,
Bicara menjadi nikmat bertutur pada banyak manusia lain,
hingga ngelantur dan akhirnya ngawur akibat terlalu sering.
Nafsu memang begitu jika dituruti, merasa nikmat namun hakikatnya kosong,
Merasa sudah maksimal memeranginya namun ternyata belum.
Al-Ghazali sang Imam besar itu mengatakan jika nafsu tak dapat dibunuh, tapi bisa dikawal,
nafsu tak akan pernah mati, tapi bisa dijinakan dengan latihan rutin dan terus menerus.
Mengekang segala kenikmatan semu, demi memelihara akal.
Akibat nafsu pula muncul prasangka,
merasa telah berusaha maksimal. Padahal belum
Hingga Tuhan belum memberikan apa yang di mau,
Mungkin karena jiwa yang belum siap.
Takut jadi takabur, jumawa atau sifat tercela lainnya semakin meninggi,
Atau takdir memang berkata lain.

Disisi lain pula..
Bagian 2

Bantul, ditulis pada 30 Desember 2018 

Wrote by Umi Nurchayati
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Wikipedia

Hasil penelusuran

Halaman

  • Beranda
  • Motivasi
  • KOLOM
  • PUISI
  • Sebuah Perjalanan
  • Stories / Notes
  • Tips & Trik
  • Who Am I

Jejak

  • ►  2024 (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2023 (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2022 (8)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  April (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2021 (9)
    • ►  November (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2020 (11)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Januari (1)
  • ▼  2019 (13)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Mei (1)
    • ▼  April (2)
      • MENJADI TAWAKAL [2] Mengharap Ridho
      • MENJADI TAWAKAL [1] Karunia Manusia
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2018 (18)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (2)
  • ►  2016 (1)
    • ►  Desember (1)
  • ►  2015 (6)
    • ►  November (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Mei (3)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2013 (4)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Februari (1)

Instagram

Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Popular Posts

  • Memahami Keadilan Gender Dalam Islam #CeritaPendek
    Dok: Komplek Q Esok itu Yana pergi bersama teman-temannya, kepergian mereka bukan untuk jalan-jalan biasa. Mereka menyusuri sudut kota...
  • Kenangan Putih Abu-abu
    Sebenarnya sudah lama aku menulis postingan ini, sebelum aku menulisnya disini aku sudah menulisnya di Notes facebookku dengan judul "D...
  • Review Buku: CRIME AND PUNISHMENT - FYODOR DOSTOEVSKY
      dok. pribadi Judul: Crime and Punishment ; Penulis: Fyodor Dostoevsky ; Penerbit: Wordsworth Classics ; Penerjemah dalam B. Inggris: C...
  • Memandang Keceriaan
    Beberapa hari ini aku disadarkan oleh banyak hal terkait dunia menulis yang sudah aku beranikan sejak awal kuliah dulu. Baru sekarang aku sa...
  • Dalam Dunia yang Semakin Cepat
    source image: freepik Saat ini arus informasi sudah sangat kencang, sangat bejibun. Apapun bisa didapat dengan bermodalkan telpon pintar. Da...
  • Pantulan yang Memukau
    Aku sudah terlanjur terjebak dalam suatu malam yang penuh gemerlap bintang. Sebelumnya aku hanyalah seorang bocah ingusan, yang tak tahu-men...
  • Merenungkan Tentang Kesiapan Menikah yang Tidak Jatuh dari Langit
      Sejak menginjak usia seperempat abad, pertanyaan ini terus berbisik dalam benak, "Apa aneh jika di usia saya sekarang masih belum sia...

Draft

  • coretan unc
  • Motivasi
  • Opini
  • Puisi
  • sebuah perjalanan
  • stories / notes
  • Tips & Trik

Mengenai Saya

Foto saya
Umi Nurchayati
Blog pribadi Umi Nurchayati @uminurchayatii | uminurchayatiii@gmail.com | "Dalam samudra luas, riak saja bukan"
Lihat profil lengkapku

Copyright © 2019 Bangun Pagi-pagi. Designed by OddThemes & Blogger Templates