• Beranda
  • Motivasi
    • Premium Version
    • Free Version
    • Downloadable
    • Link Url
      • Example Menu
      • Example Menu 1
  • Opini
    • Facebook
    • Twitter
    • Googleplus
  • Puisi
    • Langgam Cinta
    • Pertemuan Bahagia dan Sedih
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Sebuah Perjalanan
  • Stories / Notes
  • Tips - Trik
  • Who Am I

Bangun Pagi-pagi

 

Flying around the tree, TMG, 02/15/2023

Dulu sekali saat belum ada perdagangan antar benua, manusia pastilah hidup dengan mengandalkan hasil bumi sekitarnya. Mengkonsumsi apa yang ada dan tak pernah membayangkan selainnya. Mereka hidup damai dengan kecukupan pangan yang disediakan oleh alam, ketika sumber pangan di sekitar habis maka mencari lagi tempat yang penuh kelimpahan. Manusia menjadi nomaden. Selanjutnya, ketika mulai mengenal cocok tanam, daerah tempat tinggal menjadi penting, bisa hidup berkelompok dan lahir pula kebudayaan baru dalam suatu daerah.

Karena memanglah manusia itu makhluk yang berkembang, dahaga keingintahuan tak pernah terselesaikan. Perdagangan antar daerah lalu antar benua dikenal. Orang-orang bisa makan dari hasil bumi daerah lain yang asing. Saling tukar menukar barang dan berkembang pula sistem perdagangan, menentukan alat sebagai nilai tukar dan menjadikannya lebih simple.

Sampai saat ini, hulu dari perdagangan seluruh benua mulai kita terka. Kemudahan memperoleh barang dari daerah lain tak kunjung menjadi pemuas. Tetap kurang sempurna, lalu waktu tunggu dipersingkat. Barangkali barang yang didatangkan dari Amerika bisa disihir sekejap langsung sampai ke Purwokerto. Sebuah sihir yang bisa diterima akal, yang datang dari mesin. 

Berkat sihir yang berkembang, buah dari revolusi industri dua abad lalu itulah sekarang orang-orang mulai gemar membandingkan, lebih mudah  memilih barang yang paling murah, lebih mudah melihat orang lain daripada dirinya sendiri, lebih mudah mendapatkan jawaban, dan lebih mudah mengalihkan pekerjaan pada sihir yang sangat ajaib itu. Hidup menjadi tinggal makan saja serta memutar otak agar sihir itu terus berkembang, meski akhirnya tak mampu lagi dipegangnya karena ia telah menyalak buas. Semua yang dilewati dilahapnya, mulut besarnya adalah modal besar yang siap menerkam yang lebih kecil. Yang kecil dimakan yang besar, yang besar dimakan yang lebih besar, yang lebih besar dimakan yang lebih besar lagi. Tapi tak ada yang paling besar.

Wrote by Umi Nurchayati
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Wikipedia

Hasil penelusuran

Halaman

  • Beranda
  • Motivasi
  • KOLOM
  • PUISI
  • Sebuah Perjalanan
  • Stories / Notes
  • Tips & Trik
  • Who Am I

Jejak

  • ►  2024 (1)
    • ►  Februari (1)
  • ▼  2023 (2)
    • ►  Maret (1)
    • ▼  Februari (1)
      • Tak Ada yang Paling Besar
  • ►  2022 (8)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  April (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2021 (9)
    • ►  November (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2020 (11)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (13)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2018 (18)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (2)
  • ►  2016 (1)
    • ►  Desember (1)
  • ►  2015 (6)
    • ►  November (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Mei (3)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2013 (4)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Februari (1)

Instagram

Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Popular Posts

  • PELAJARAN BERHARGA DARI SYRIA (SURIAH) UNTUK INDONESIA: MENJAGA PERSATUAN
    Gambar : Anak-anak dan perempuan menjadi korban konflik Suriah. dok: bbc.com Suriah (Syria) merupakan suatu negara yang terletak ...
  • Review Buku: CRIME AND PUNISHMENT - FYODOR DOSTOEVSKY
      dok. pribadi Judul: Crime and Punishment ; Penulis: Fyodor Dostoevsky ; Penerbit: Wordsworth Classics ; Penerjemah dalam B. Inggris: C...
  • Keistimewaan Masjid Al-Aqsha
      Masjid Al-Aqsa adalah masjid kedua yang diletakkan Allah Swt di Bumi, Masjid Al Aqsa sangat istimewa dan menjadi kebanggaan umat muslim d...
  • seulas senyum di sunset merah Kokoda: Semangat 17an (Part 1)
    Gadis Kampung Warmon berdiri disamping bendera Merah Putih yang ia tancapkan di halaman rumah warga credit: umi Senin minggu ini a...
  • REFLEKSI - Sejatinya Hidup
    Ilustrasi, In frame: umi nc, credit: kawan Untuk apa aku diciptakan? Mengapa aku diciptakan? Mengapa diri ini aku? Tiga b...
  • seulas senyum di sunset merah Kokoda: Mencari Bambu dan Pucuk Sagu di Hutan Papua
    Sudah lama sejak 28 Juni 2017 lalu, saya dan 25 teman lainnya yang tergabung dalam tim KKN UMY tinggal di Kampung Warmon ini, ya kami ...
  • Memandang Keceriaan
    Beberapa hari ini aku disadarkan oleh banyak hal terkait dunia menulis yang sudah aku beranikan sejak awal kuliah dulu. Baru sekarang aku sa...

Draft

  • coretan unc
  • Motivasi
  • Opini
  • Puisi
  • sebuah perjalanan
  • stories / notes
  • Tips & Trik

Mengenai Saya

Foto saya
Umi Nurchayati
Blog pribadi Umi Nurchayati @uminurchayatii | uminurchayatiii@gmail.com | "Dalam samudra luas, riak saja bukan"
Lihat profil lengkapku

Copyright © 2019 Bangun Pagi-pagi. Designed by OddThemes & Blogger Templates