• Beranda
  • Motivasi
    • Premium Version
    • Free Version
    • Downloadable
    • Link Url
      • Example Menu
      • Example Menu 1
  • Opini
    • Facebook
    • Twitter
    • Googleplus
  • Puisi
    • Langgam Cinta
    • Pertemuan Bahagia dan Sedih
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Sebuah Perjalanan
  • Stories / Notes
  • Tips - Trik
  • Who Am I

Bangun Pagi-pagi

 Tuliluuuu…tuliluuu….

Desir suara ambulance terus terdengar sejak sepekan terakhir. Aku memperhatikan jalanan, mobil ambulance hilir mudik di jalanan tengah kota yang sepi. Dulu ambulance adalah kendaraan yang cukup langka menghiasi jalanan kota. Hari ini aku melewati gang-gang perumahan dan kembali melihat mobil ambulance. Ambulance dimana-mana, berdesakan menuju arah rumah sakit, entah makam.

Rumah sakit kehabisan stok oksigen, bangsal rumah penuh pasien berdesakan di lorong, dan foto-foto pemakaman penuh. Berita itu menghiasi linimasa hari ini. Pandemi Covid-19 semakin nyata mengancam, membunuh secara langsung dan tidak langsung. Orang-orang yang harus dirawat di rumah sakit adalah korban langsung akan bahaya wabah ini. Penularan yang terjadi dengan cepat tak terbendung.

Ada lagi korban tidak langsung, mungkin mereka adalah orang-orang yang memiliki imunitas tubuh yang kuat, kata seorang dokter. Meski rupanya kantong ekonomi mereka tak cukup memiliki imunitas yang baik. Jalanan makin sepi bakda waktu isya, jam 8 malam seperti jam 10 malam. Seorang penjual bakso masih keliling mengetuk-ngetuk mangkok, ia melewati beberapa pertokoan dan mall, ia biasa mangkal di jalanan, persis di samping pertokoan kecil yang bersaing dengan raksasa kapital di sampingnya, berebut selera pembeli. Biasanya jam segini adalah waktu laris-larisnya, makin malam makin laris. Kini bapak bakso termenung lesu, keliling dari ba'da maghrib hanya menjual dua mangkuk bakso. Istri dan anak-anaknya dirumah, sedang anak bungsunya sedikit demam.

Di pagi harinya kembali aku melewati jalan yang sama. Di pertigaan lampu merah, tepat setelah posisi penjual bakso yang kutemukan tadi malam, aku mendengar nyanyian indah dengan suara mirip seorang legend Iwan Fals “Kambing sembilan motor tiga Bapak punya.. .“, ia mendendangkan sambil bermain gitar bersama temannya mengamen di lampu merah menuju arah Kaliurang. Mereka tak seperti pengamen, pakaiannya cukup necis dengan keadaan tubuh yang terawat dengan baik. “Music ini udah sekelas di kafe-kafe,” gumamku. Aku mendekati Mas-mas di ujung jalan, mereka adalah pekerja seni yang sepi panggilan.


Jogja, 7/7/2021

 

 

 

 



Wrote by Umi Nurchayati
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Wikipedia

Hasil penelusuran

Halaman

  • Beranda
  • Motivasi
  • KOLOM
  • PUISI
  • Sebuah Perjalanan
  • Stories / Notes
  • Tips & Trik
  • Who Am I

Jejak

  • ►  2024 (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2023 (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
  • ▼  2022 (8)
    • ►  Desember (1)
    • ▼  November (1)
      • Tuliluu
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  April (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2021 (9)
    • ►  November (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2020 (11)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (13)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2018 (18)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (2)
  • ►  2016 (1)
    • ►  Desember (1)
  • ►  2015 (6)
    • ►  November (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Mei (3)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2013 (4)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Februari (1)

Instagram

Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Popular Posts

  • PELAJARAN BERHARGA DARI SYRIA (SURIAH) UNTUK INDONESIA: MENJAGA PERSATUAN
    Gambar : Anak-anak dan perempuan menjadi korban konflik Suriah. dok: bbc.com Suriah (Syria) merupakan suatu negara yang terletak ...
  • Review Buku: CRIME AND PUNISHMENT - FYODOR DOSTOEVSKY
      dok. pribadi Judul: Crime and Punishment ; Penulis: Fyodor Dostoevsky ; Penerbit: Wordsworth Classics ; Penerjemah dalam B. Inggris: C...
  • Keistimewaan Masjid Al-Aqsha
      Masjid Al-Aqsa adalah masjid kedua yang diletakkan Allah Swt di Bumi, Masjid Al Aqsa sangat istimewa dan menjadi kebanggaan umat muslim d...
  • seulas senyum di sunset merah Kokoda: Semangat 17an (Part 1)
    Gadis Kampung Warmon berdiri disamping bendera Merah Putih yang ia tancapkan di halaman rumah warga credit: umi Senin minggu ini a...
  • REFLEKSI - Sejatinya Hidup
    Ilustrasi, In frame: umi nc, credit: kawan Untuk apa aku diciptakan? Mengapa aku diciptakan? Mengapa diri ini aku? Tiga b...
  • seulas senyum di sunset merah Kokoda: Mencari Bambu dan Pucuk Sagu di Hutan Papua
    Sudah lama sejak 28 Juni 2017 lalu, saya dan 25 teman lainnya yang tergabung dalam tim KKN UMY tinggal di Kampung Warmon ini, ya kami ...
  • Memandang Keceriaan
    Beberapa hari ini aku disadarkan oleh banyak hal terkait dunia menulis yang sudah aku beranikan sejak awal kuliah dulu. Baru sekarang aku sa...

Draft

  • coretan unc
  • Motivasi
  • Opini
  • Puisi
  • sebuah perjalanan
  • stories / notes
  • Tips & Trik

Mengenai Saya

Foto saya
Umi Nurchayati
Blog pribadi Umi Nurchayati @uminurchayatii | uminurchayatiii@gmail.com | "Dalam samudra luas, riak saja bukan"
Lihat profil lengkapku

Copyright © 2019 Bangun Pagi-pagi. Designed by OddThemes & Blogger Templates