• Beranda
  • Motivasi
    • Premium Version
    • Free Version
    • Downloadable
    • Link Url
      • Example Menu
      • Example Menu 1
  • Opini
    • Facebook
    • Twitter
    • Googleplus
  • Puisi
    • Langgam Cinta
    • Pertemuan Bahagia dan Sedih
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Sebuah Perjalanan
  • Stories / Notes
  • Tips - Trik
  • Who Am I

Bangun Pagi-pagi


Gambar : Anak-anak dan perempuan menjadi korban konflik Suriah.
dok: bbc.com

Suriah (Syria) merupakan suatu negara yang terletak di wilayah Asia Barat yang letaknya berbatasan dengan Lebanon dan Laut Mediterania. Dengan nama resmi Republik Arab Suriah negara ini telah membebaskan diri dari penjajahan Perancis dengan meraih kemerdekaannya pada tahun 1946. Saat ini Suriah dipimpin oleh Presiden Bashir Al Assad yang memimpin sejak tahun 2000, menggantikan posisi Ayahnya Hafidz Al Assad yang juga meminpin Suriah tahun 1971-2000. Setelah lamanya 11 tahun memimpin, Basir Al Assad menemui puncak konflik yang mengancam keberlangsungan negara, yang mana pada akhirnya ia harus berperang melawan rakyatnya sendiri.

Di tahun 2011 Suriah telah mengalami konflik yang begitu hebat. Dari yang diberitahukan oleh Stephen Starr bahwa konflik Suriah berawal dari sebuah protes atas penangkapan beberapa pelajar di Kota Daraa. Para remaja yang berusia sekitar 19-15 yang diculik pada Maret 2011 lalu itu telah menuliskan slogan-slogan anti pemerintah di tembok-tembok kota yang berbunyi bahwa rakyat menginginkan rezim yang berkuasa  untuk turun.

Menanggapi perlawanan itu pemerintah bersikap represif dengan memenjarakan para remaja tersebut, hingga dari tindakan oleh Polisi Suriah yang dipimpin Jendral Aref Naijib yang tak lain adalah sepupu Bashir Al Asasad sendiri. Tindakan Polisi tersebut menuai reaksi penuntut pembebasan para remaja tersebut. Sehingga terjadi demonstasi di Suriah menuntut pembebasan anak-anak itu. Tentara berkuasa memilih menembaki para pemrotes dan mengakibatkan empat orang meninggal.

Namun reaksi tentara itu tidak meredakan protes justru malah mengakibatkan gelombang protes semakin meluas yaitu dengan semakin banyaknya demonstasi yang diantaranya digelar di beberapa Kota di Suriah yaitu dari Deraa menuju kota-kota pinggiran di Latakia dan Banyas di Pantai Mederania, Laut Tegah. Gerakan protes tersebut kemudian berkembang menjadi gelombang perang sipil yang dasyat. Dimana perang dilakukan tidak hanya menggunakan senjata konvesional tetapi juga meggunakan senjata kimia.

Dalam analis konflik Suriah ada yang menyebutkan bahwa Konflik di Suriah didasari oleh perang antar madhab teologi, yaitu kelompok Syiah dan Sunni.Kelompok Syiah diwakili oleh Bashir al Assad yang berasal dari Syiah Alawite dan pada kelompok Sunni adalah para penentangya. Namun analisis konflik Suriah yang diakibatkan oleh konflik teologi ini banyak mendapat penentangan. Pasalnya alasan teologi tak cukup dapat menggamparkan suatu konflik yang berkepanjangan. Walaupun di dukung oleh beberapa data, namun alasan teologi lebih cocok menjadi alasan tambahan saja karena konflik terjadi tak hanya diakibatkan oleh satu atau dua masalah melainkan oleh beberapa masalah sebelumnya dan ditambahkan beberapa unsur.

Seperti dikutip dalam laman BBC yang memaparkan beberapa kejanggalan dalan konflik Suriah yang disebut-sebut juga menjadi perang kepentingan antara Arab Saudi, Turki, dan Amerika Serikat. Diatara beberapa yang perlu diketahui pada konflik Suriah waktu itu adalah: Pertama, reaksi internasional yang justru PBB menyepakati gencatan senjata selama 30 hari di Ghouta Timur, bagian kota di Suriah. Kedua, Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan dibentuknya koridor kemanusiaan yang mana hal ini menunjukan bahwa Rusia telah mengambil peranan penting dalam keputusan yang diambil rezim Bashar Al Assad. Ketiga, kemungkinan hasil perang yang dikatakan beberapa pakar adalah pemberontakan terhadap Bashir Al Assad, namun hal tersebut segera berakhir karena kelomok ekstremis yang menyebut diri Negara Islam atau ISIS telah kehilangan kekuasaan di Suriah dan Irak, walaupun belum sepenuhnya di kalahkan. Keempat, situasi Suriah pra konflik juga perlu dicermati untuk memetakan penyebab konflik Suriah. Sebelum konflik terjadi, banyak warga Suriah mengeluh tentang tingginya angka pengangguran, tingkat korupsi yang tinggi dan tak adanya kebebasan politik.

Sehingga konflik saudara di Suriah ini menyebabkan timbulnya pertanyaan bahwa sebenarnya siapa melawan siapa. Bashir Al Assad yang diketahui telah bertindak represif yang pada akhirnya harus berperang melawan rakyatnya sendiri. Sebagai seorang Presiden Assad meletakan kepentigan negaranya, dimana Assad dipenuhi kecemasan memikirkan eksistensi dan keberlangsungan negaranya sehingga wajar ia sangat khawatir terhadap kelompok-kelompok yang merongrong negaranya. Seperti diketahui beberapa negara Timur Tengah yang akhirnya jatuh di tangan ISIS. Assad memilih bersikap antipati pada kelompok jihadis pengusung khilafah yang didalangi oleh ikhwanul muslimin dan ISIS.

 Disisi lain saat itu Suriah juga sedang dalam pembangunannya, dimana keadaan ekonomi tidak seimbang. Syuriah begitu mengandalkan minyak bumi sebagai sumber penghasilannya, selain itu pengangguran yang tinggi dan tidak kunung membaiknya situasi sejak dari kepemimpinan Ayahnya hingga Assad. Hal itu menjadikan warga Suriah waktu itu mudah dipengaruhi oleh iming-iming dari luar yang menjanjikan beberapa angan-angan, yaitu ide khilafah yang diusung oleh ikhwanul muslimin, sehingga disini terdapat kelompok jihadis yang berafiliasi dengan al Qaeda menentang sistem pemerintahan Suriah.

Hal diatas rupanya tak diindahkan oleh beberapa negara, diantaranya Amerika Serikat yang begitu mendambakan minyak di kawasan Timur Tengah yang akhirnya harus berhadapan dengan Rusia. Seperti dietahui Assad lebih dekat  dengan kelompok sosialis Rusia. Dalam hal ini Amerika Serikat memperluas pengaruhnya lewat lembaga-lembaga dunia seperti PBB. Konflik saudara di Suriah itu telah menyebabkan banyak kesengsaraan bagi warga Suriah, sehingga sebanyak 200.000 lebih warga Suriah harus melarikan diri ke negara sekitarnya. Belum lagi jumlah kematian akibat perang. Terlebih yang dipikirkan disini ialah pada generassi penerus. Dimana banyak anak-anak menjadi korban konflik.

Seperti diketahui bahwa anak-anak yang tumbuh dan menyaksikan konflik selain akan berpengaruh pada psikis juga akan tumbuh menjadi kecenderungan ekstrimis. Mereka akan bergabung dengan kelompok-kelompok tersebut dengan tujuan mendapat perlindungan dll. Sungguh suatu konflik adalah kejahatan kemanusiaan yang harus dihentikan dan dan dicegah.

Peristiwa konflik saudara yang terjadi di Suriah tersebut sangat pas sekali menjadi perenungan Rakyat Indonesia yang sedang berada di tahun politik seperti ini. Rakyat Indonesia harus membuka kembali matanya lebar-lebar dan mulai bersikap keritis diluar kepentingan cita-cita negara tercinta. Jangan sampai momen politik ini menyebabkan saling bertarung antar saudara sehingga pudarnya persatuan bangsa.

Sudah selayaknya kita kembali belajar dari sejarah bahwa Negara Indonesia didirikan atas kepentingan bersama baik antar agama, suku, ras, dan adat. Sehingga nampaknya kaum pengusung khilafah di negara ini memang tak belajar dan melek sejarah, atau justru mereka memang berkeinginan menghancurkan negara ini dengan sistem khilafah yang ditawarkannya. Padahal menurut fakta empiris bahwa beberapa negara di Timur Tengah telah mencapai kehancurannya atas ide ini.

Nah sekarang saya tanya kepada pasukan khilafah itu, khilafah model yang seperti apa yang ingin mereka bangun. Apakah seperti masa Abu Bakar, Umar, Ustman atau Ali, atau malah khilafah menurut versi mereka sendiri. Hal ini sungguh tak bisa dijawab oleh elit khilafah karena khilafah  yang diusungnya hanya menjadi angan-anagn di siang bolong.

Harapannya semoga masyarakat Indonesia tak mudah dibodohi oleh pengusung khilafah yang menggunakan berbagai atribut agama untuk memikat partisipan. Karena dibalik beberapa aksi bela agama yang dilancarkan golongan ini sesungguhnya menyimpan banyak kepentingan politik bagi agenda mereka sendiri, bukan untuk kemaslahatan bangsa.
***

Referensi:
Fahham, Muchammad A, & Kartaatmaja AM. (2014). “Konflik Suriah: Akar Masalah dan Dampaknya”. Politica, Vol.5 No.1.  
Shahnaz, Meydira. (2017). “Respons UNESCO terhadap Penghancuran Warisan Budaya Dunia di Suriah”. Journal of International Relations, Vol. 3 No. 4.
Sahide, Ahmad. (2013). “Konflik Syi’ah-Sunni Pasca-The Arab Spring”. Junal Kawitsara Vo.3 No. 3
BBC News. (2018). “Sepuluh Pertannyaan Untuk Memahami Konflik Syuriah. “Diakses pada 2 November 2018. https://www.bbc.com/indonesia/dunia-43403254.


Wrote by Umi Nurchayati


Gambar ilustrasi: dua ekor kerbau di padang rumput luas.
credit: penulis
Manusia telah diciptakan Allah dari dari tanah liat dan segumpal darah yang kemudian ditiupkan roh ke dalamnya. Seperti termaktub dalam Al-Qur’an Surat Al-Mukminun ayat 12-14 yang menerangkan tentang pembentukan manusia:


 "Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah (12). Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim) (13). kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging  itu Kami jadikan tulang belulang , lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta yang paling baik (14)." 

Sesungguhnya dalam penciptaannya Allah SWT telah menciptakan berbagai jenis bentuk ciptaannya, diantaranya:
1. Yang tidak bisa merasa dan tidak bisa berpikir serta tidak bisa merasakan, termasuk dalam golongan ini adalah tanah, batu, pasir, awan.
2. Yang bisa bernafas, bisa merasa tapi tak bisa berekspresi, diantara kelompok ini adalah tanaman dan segala jenis tumbuh-tumbuhan. Mereka bisa bernapas dan merasa pada perubahan iklim di sekitarnya sehingga mereka mempunyai reaksi. Akan tetapi mereka tetap akan terus tumbuh misalnya ketika dirusak dll, tumbuhan tak bisa memprotes.
3. Bisa bernafas, bisa merasa, bisa berperasaan, dan bisa berekspresi yaitu binatang. Mereka diciptakan Allah dengan segala yang dikehendakiNya, bahwa binatang dapat bernapas karena hidup, dapat merasakan perubahan dan  kondisi sekitar, ketika lapar mereka bersuara dan ketika ada yang mengganggu mereka bersuara itulah ekspresi binatang. Namun suara yang dikeluarkan oleh binatang tetap sama, tak ada bedanya antara sedih dan senang karena mereka tak dikaruniai akal. 
4. Bisa bernapas, bisa merasakan, bisa berekspresi,  dan bisa berpikir. Itulah manusia, yang hidup yang bersuara, yang berakal. Akal adalah karunia yang diberikan Allah SWT sehingga manusia dapat berpikir.

Dari keempat jenis diatas maka wajar jika manusia dianggap makhluk yang paling sempurna, maksudnya adalah paling sempurna diantara ciptaan Allah. Wajar saja jika saat itu ketika Nabi Adam AS diciptakan dan Allah Swt menyuruh Iblis bersujud kepadanya setelah itu. tapi iblis tak mau melakukannya karena menganggap dirinya lebih sempurna dari Adam AS, ia menganngap bahwa dirinya yang diciptakan dari api itu lebih baik dari yang diciptakan dari tanah. Sehingga Iblis diperintahkan untuk pergi  dari Surga  oleh Allah Swt.

Dengan perginya iblis, iblis pun berjanji akan terus menggoda Nabi Adam AS dan seluruh  keurunannya untuk menemaninya di neraka kelak. Usaha itu ditempuh iblis dengan menggoda Adam AS agar pergi dari Surga, yaitu dengan membujuknya memakan buah khuldi yang dilarang oleh Allah Swt untuk dimakan. Iblis terus berbisik pada Adam dan Hawa bahwa Al-Khuldi itu artinya boleh sehingga buah khuldi tersebut boleh dimakan.

Akhirnya mereka terkena rayuan iblis dan melanggar perintah Allah Swt untuk tidak makan buah khuldi. Sehingga Adam dan Hawa diturunkan dari Surga, yaitu ke bumi. Mereka berdua diturunkan di tempat yang berbeda, di ujung selatan dan utara Bumi sampai singkat cerita mereka bertemu kembali di Jamal Rahmah (sekarang). Kini tempat bertemuna Adam AS dan Hawa menjadi tempat yang wajib disinggahi ketika melakukan ibadah haji.

Melihat sejarah diatas maka kita patut berbangga bahwa nyatanya pada awal diciptakan malaikat dan iblis telah diperintahkan oleh Allah Swt unutuk bersujud pada manusia. Malaikat tak menolaknya, karena malaikat adalah makhluk Allah yang tak dikaruniai nafsu. Sehingga malaikat selalu tunduk dengan segala perintah Allah  tanpa sesekali membentah. Hal ini sangat berbeda dengan ibis yang perilaku sebaliknya.

Manusia sendiri selain dikaruniai akal juga dibekali nafsu. Bisa dikatakan manusia adalah perwujudan tengah-tengah antara malaikat dan iblis. Hal ini tergantung bagaimana manusia mengendalikan hawa nafsu dan akalnya untuk berpikir.

Dalam hidupnya  umat manusia akan selalu dihadapkan pada berbagai persoalan. Hal ini seringkali menyebabkan manusia lupa mengendalikan nafsu dan akal untuk berpikir. Dengan godaan iblis yang maha dasyat seringkali manusia lupa akan tujuannya diciptakan yaitu menjadi khalifah di bumi (khalifah fil ardhi). Terkadang manusia dapat dihinggapi rasa marah yang sedemikian hingga pada kondisi parahnya menjadi iblis yang berbentuk manusia. Terkadang juga manusia yang saking baiknya, selalu menuruti perintah Allah dan menjauhi laragannya sehingga hatinya seperti malaikat, merekalah manusia yang dapat mengendalikan nafsunya.

Jika kita lihat maka nafsu tak seluruhnya membawa pada penyimpangan-penyimpangan. Manusia akan membutuhkan nafsu dalam segala aktifitasnya mulai dari makan sampai belajar, karena nafsu juga selalu membawa pada keinginan. Termasuk keinginan untuk selalu berbuat baik melaksanakan perintah Ilahi dan menjauhi larangannya.

Menjadi poin utama yang harus diperhatikan manusia adalah menggunakan akal sehatnya untuk berpikir dan mengendalikan nafsunya agar selalu pada jalannya. Mengingat godaan iblis yang begitu pintar yang dapat memanipulasi sekat-sekat antara kebaikan dan keburukan. Contoh saja ketika seseorang berjilbab dengan tujuan untuk melaksanakan perintah Allah yaitu menutup aurat, tentu itu sangat bagus tapi ibis akan menggodanya misal ketika membeli jilbab. Kini yang dipikirkan ketika membeli jilbab adalah bagus tidak ya, ukuran bagus ini relatif adalah ukuran bagus dimata manusia, apakah ketika ia menggunakannya bagus dll. Begitulah diantara tipu daya iblis.

Selain nafsu manusia telah dikaruniai akal yang sesungguhnya agar manusia berpikir. Dengan akal sehatnya maka manusia membangun peradabannya sehingga berkembanglah manusia hingga kini dengan segala ilmu penetahuaannya. Manusia adalah makhluk yang dapat membedakan yang haq dan yang bathil. Mereka menggunakan akalnya untuk hal-hal tersebut. Sehingga inilah yang membedakan antara manusia dengan binatang. Ketika manusia tak dapat lagi menggunakan akalnya maka disaat itu ia tak ubahnya dengan binatang. Maha Besar Allah dengan segala ciptaannya.


Wrote by Umi Nurchayati

Lanjutan Tanangan Islam Kini..
Dari kiri: Ny. Hj. Hindun Anisah, Buya Husein, Prof. Muhammad Husain, Syaikh Bilal Al Ghanimi
dok: penulis 
Sedangkan tantangan eksternal yang disebutkan Syaikh Bilal diantaranya adalah ketakuan negara barat akan peradaban Islam, dimana diketahui bahwa dulu ada beberapa ideologi yang saling bermusuhan yaitu yang pertama adalah paham Sosialis, paham Kapitalis dan paham Islam, dimana paham Kapitalis berusaha mengandeng Islam untuk meruntuhkan Sosialis yang diwakili oleh negara Uni Soviet (Rusia).
Setelah paham Sosialis diruntuhkan maka tinggal dua paham yaitu Kapitalis dan  Islam dimana Kapitalis selalu mencari musuh dan yang saat ini dianggap musuh adalah Islam. Maka mereka menyebarkan isu-isu ajaran islam yang menakutkan, mereka mengembangkan isu bahwa Islam adalah agama yang radikal yang  akan mengancam kehidupan manusia dan yang lainnya sehingga menurut Syaikh Bilal bahwa sebenarnya istilah teroris dinyatakan oleh negara Barat sendiri. Mereka mengelak kebenaran bahwa Islam adalah agama yang menyebarkan kasih sayang.
Ketakutan negara Barat terhadap Islam dapat dipahami karena mereka menganggap bahwa ketika Islam berhasil menjadi peradaban besar maka akan mengancam eksistensi mereka. Sebenarnya menurut Syaikh Bilal ini adalah pemahaman yang keliru karena jika Islam menjadi pemahaman terbesar di dunia maka sebenarnya Islam sangat melindungi perbedaan atau sangat toleran terhadap adanya perbedaan.
Bahkan mereka yang tidak memeluk agama Islam pun jika mereka berada dalam kekuatan Islam maka mereka akan mendapatkan perlindungan darah mereka. Terdapat satu hadist bahwa siapapun yang membunuh orang yang berlindung dibawah Islam meskipun ia bukan orang Islam maka orang yang membunuh itu tidak akan bisa masuk Surga dan jaraknya dengan suga adalah sepanjang 40 tahun perjalanan.
Tantangan eksternal kedua adalah globalisasi, banyak yang menganggap Islam tidak menerima perkembangan tekmologi padahal sebenarnya Islam sangat respek pada hal tersebut selama perkembangan teknologi adalah dalam rangka memberikan kemaslahatan pada orang banyak. Syaikh Bilal menyatakan bahwa mencari ilmu kapan pun dan dimanapun adalah yang dituntut dalam Islam karena ilmu itu berkembang.
Ketiga adalah peran ulama perempuan, Perempuan harus mengambil peran seperti sahabat-sahabat Rasulullah, salah satunya adalah Umul Mukminin itu sendiri yaitu Aisyah r.a, Fatimah binti Muhammad, Sayyidah Khamsa, Sayyidah Nafisah yang merupakan guru dari Imam Syafi’i dan masih banyak lagi.
Mereka semua adalah para ulama perempuan yang telah memberikan konstribudi besar dalam dakwah Islam. Seperti Aisyah r.a meriwayatkan sebanyak 2.210 hadist. Jadi istri Rasulullah Sayyidah Aisyah adalah yang paling banyak meriwayatkan hadist setelah Abu Huraira dan Abdullah bin Umar r.a.
Syaikh Bilal juga menyebut bahwa salah satu ulama mengatakan bahwa jika seluruh keilmuan ulama perempuan pada saat itu dikumpulkan maka keilmuan Aisyah adalah keseluruhan ulama perempuan pada saat itu. Hal ini menunjukan bahwa ulama perempuan memiliki andil yang sangat besar dalam ikut menyelesaikan tantangan-tantangan yang dihadapi oleh umat Islam saat ini sehingga diharapkan umat Islam memiliki kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan atau permusuhan dari negara-negara yang memusuhi Islam itu sendiri dan terwujud Islam Rahmatallialalamin.

Wrote by Umi Nurchayati


 
Dari kiri: Nyai Hj. Hindun Anisah, Buya Husein, Prof. Said Aqil Husain Muhammad, Syaikh Bilal Muhammad Afifi
Dok: almunawwir.com
Menurut Syaikh Bilal Muhammad Afifi Ghanim dari Al-Azhar University menyebut dua tantangan Islam kini yaitu tantangan internal yang berasal dari umat Islam sendiri dan tantangan eksternal dari luar islam. Hal itu Beliau ungkapkan pada Muktamar Pemikiran Santri Nusantara yang digelar di Pesantren Krapyak, Yogyakarta pada Kamis pagi (11/10). Berikut dimulai dari tantangan internal, termasuk di dalamnya yaitu;
Pertama, tantangan masalah terorisme yang dapat melemahkan masyarakat Islam. Syaikh Bilal mengatakan bahwa terorisme tak hanya sebagai tantangan internal melainkan juga ekternal, karena meski pelaku terorisme adalah orang Islam sendiri tetapi justru pemimpin aksi-aksi terorisme selalu mendapatkan perlindungan  dari negara non muslim, sehingga terorisme juga dimanfaatkan oleh negara-negara yang tidak pro Islam untuk melemahkan Islam.
Kedua, Kesalahan dalam memahami ajaran Islam, ada kelompok-kelompok Islam tertentu yang menafsirkan agama Islam ini adalah ajaran yang baku dimana dilakukan oleh Nabi Muhammad dan para sahabatnya serta tidak menerima perubahan sesuai perkembangan zaman dan tempat.  Padahal ajaran Islam sendiri bersifat universal yang mampu dipakai dalam segala zaman dan tempat.
Ketiga, Kerusakan moral, banyak para remaja beranggapan Islam adalah ajaran yang membatasi kebebasan sehingga mereka justru menanyakan beberapa hukum-hukum yang telah ditetapkan dalam Islam itu sendiri, salah satunya adalah kenapa di dalam Islam mengharamkan khamr  dan mengharamkan zina.
Mereka (para remaja) tidak mengetahui dan memahami bahwasanya diharamkannya khamr adalah dalam rangka untuk melindungi mereka sedangkan diharamkannya zina adalah untuk melindungi nasab (keurunan), dengan diharamkannya  zina maka nasab (garis keturunan) seseorang itu menjadi jelas. Maka Islam mengharamkan zina bukan untuk membatasi kebebasan melainkan untuk melindungi mereka dari perbuatan-perbuatan yang dapat merusak keturunan (nasab).
Kemudian diharamkannya khamr Syaikh Bilal menyebut bahwa jika dipahami secara benar diharamkannya khamr ini adalah dalam rangka untuk melindungi dan menjaga akal, sebab jika orang minum khamr akalnya akan rusak dan hilang, jika orang itu akalnya sudah rusak dan hilang maka  tidak ada bedanya orang itu dengan binatang.
Keempat, Munculnya berbagai kelompok dan perbedaan dalam agama Islam, yang mana diantara kelompok justru menyalahkan dan mengkafirkan kelompok lain sehingga tidak dapat bahu membahu dan saling menguatkan antara kelompok Islam.
Menurut Syaikh Bilal, tidak semua negara Barat memusuhi Islam, ada sebagian yang bisa berdampingan  dengan kelompok / negara Islam tetapi ada sebagian yang lain yang memang  memusuhi Islam. Jadi sesungguhnya musuh Islam dari negara Barat ini adalah yang berusaha melemahkan Islam dengan tantangan-tantangan yang disebutkan tersebut.
Tantangan lain yang dapat melemahkan Islam adalah gerakan pemurtadan dan pendangkalan akidah pada generasi Islam. Jadi generasi Islam dijauhkan dari ajaran agama yang sebenarnya dan menyimpang dari kebenaran Al-Qur’an yang sebenarnya, sementara musuh-musuh Islam sendiri telah mengakui kebenaran dari ajaran Al-Qur’an.
Jadi perkembangan teknologi dan berbagai macam penelitian yang telah dilakukan negara-negara Barat yang tidak mengakui ajaran Islam kini telah membenarkan kebenaran Al-Qur’an yang tidak bertentangan dengan ilmu pengetahuan. Akan tetapi di sisi yang lain mereka berusaha menjauhkan dari akidah yang benar ini dalam rangka melemahkan kekuatan Islam.
Bersambung ke Tantangan Eksternal...

 *
Note: Tulisan ini pernah saya kirimkan ke salah satu media tetapi karena belum dimuat jadi saya post dulu di blog, sebelum usang ^^





Wrote by Umi Nurchayati

Jika cinta hanya tentang kamu dan dia
Sempit sekali cinta
Jika cinta hanya tentang bersama selamanya
Jumud sekali cinta
Cinta adalah rahmat
Tak hanya untuk kamu dan dia
Tapi untuk mereka pula
Jika tak rela
Pantaskah disebut cinta?

-5.37

Wrote by Umi Nurchayati
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Wikipedia

Hasil penelusuran

Halaman

  • Beranda
  • Motivasi
  • KOLOM
  • PUISI
  • Sebuah Perjalanan
  • Stories / Notes
  • Tips & Trik
  • Who Am I

Jejak

  • ▼  2024 (1)
    • ▼  Februari (1)
      • Review Buku: CRIME AND PUNISHMENT - FYODOR DOSTOEVSKY
  • ►  2023 (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2022 (8)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  April (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2021 (9)
    • ►  November (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2020 (11)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (13)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2018 (18)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (2)
  • ►  2016 (1)
    • ►  Desember (1)
  • ►  2015 (6)
    • ►  November (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Mei (3)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2013 (4)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Februari (1)

Instagram

Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Popular Posts

  • Rahasia Para Pendo’a
      Sejak kecil anak-anak selalu diajarkan berbagai macam doa, mulai dari doa bangun tidur, mau makan, selesai makan,masuk/keluar kamar mandi,...
  • Menyikapi Budaya Konsumtif Secara Bijak Dari Lagu Efek Rumah Kaca
    'Atas bujukan setan Hasrat yang dijebak zaman Kita belanja terus sampai mati' Mendengar bait lirik lagu Efek Rumah Kaca (ERK...
  • Mengenal Islamisme dan Tantangannya Bagi Kehidupan Bernegara
    Dewasa ini kehidupan berdemokrasi bangsa kita tengah mengalami berbagai terpaan badai. Tanpa disadari dalam empat tahun terakhir ini isu ide...
  • Bersyi'ar dengan Cinta ala Mbah Kakung dan Mbah Putri
    Setelah beberapa hari lalu mbah terakhir saya, Mbah Putri dari pihak Bapak kapundhut dhateng Gusti Allah, saya jadi ingat Mbah Kakung juga ...
  • Review Buku: CRIME AND PUNISHMENT - FYODOR DOSTOEVSKY
      dok. pribadi Judul: Crime and Punishment ; Penulis: Fyodor Dostoevsky ; Penerbit: Wordsworth Classics ; Penerjemah dalam B. Inggris: C...
  • Substansi Makna Menutup Aurat dan Berjilbab Menurut Syekh Ash-Shobuni
      Polemik tentang jilbab dan aurat wanita memang tak ada habisnya. Di kala negara-negara lain sudah sibuk berdebat tentang teknologi nano da...
  • Budaya Idul Fitri di Temanggung yang Begitu Asyik
      Tulisan ini sudah ditulis sejak 2019 lalu, namun mengingat kondisi saat ini di tengah iklim persatuan yang sedang diuji, krisis yang memba...

Draft

  • coretan unc
  • Motivasi
  • Opini
  • Puisi
  • sebuah perjalanan
  • stories / notes
  • Tips & Trik

Mengenai Saya

Foto saya
Umi Nurchayati
Blog pribadi Umi Nurchayati @uminurchayatii | uminurchayatiii@gmail.com | "Dalam samudra luas, riak saja bukan"
Lihat profil lengkapku

Copyright © 2019 Bangun Pagi-pagi. Designed by OddThemes & Blogger Templates