Akhirnya lapar itu tiba
menahan diri
membela muruah
dari mata berkuasa
detik dalam hidup,
membuatmu mengawang
Disaat dirimu harus menahan lapar,
seorang memamerkan habis makan ini dan itu
Sampai perutnya buncit
Sedang perutmu, hanya penuh angin
Kalaupun buncit, penuh air putih
meminumnya begitu banyak
mengumpamakan laiknya nasi
kau sungguh optimis memang,
dengan kelaparanmu
sungguh yakin memang
hingga kau penuhi
lapar di otak dan perut
Bantul, November 2018
Jika cinta hanya tentang kamu
dan dia
Sempit sekali cinta
Jika cinta hanya tentang
bersama selamanya
Jumud sekali cinta
Cinta adalah rahmat
Tak hanya untuk kamu dan dia
Tapi untuk mereka pula
Jika tak rela
Pantaskah disebut cinta?
-5.37
1.
Bahagia
Bahagia itu ada pada raupnya sedih
Sedih adalah pada ingatan bahagia
Bahagia mencair menjadi sedih
Sedih menguap menjadi bahagia
Bahagia dan sedih laksana komandan
Saling bertaut
Tak saling bersahabat
Selalu saja seperti itu tuan
Ada sedih dan bahagia yang tak pernah taat
Pun temu dan tinggal yang selalu bersaut
@uminurchayatii
Yogyakarta, 2018
Yang membuat kenyang itu beda-beda memang,
Ada yang kenyang makan roti, ada yang kenyang makan sego pecel,
pun ada yang belum kenyang makan nasi padang.
Ada yang kenyang dengan shodaqahnya, ada yang kenyang dengan kepintarannya,
ada yang kenyang dengan kerajinannya, ada pula yang kenyang dengan sembayang.
Ada yang kenyang dengan gajinya,
ada pula yang belom kenyang dengan gaji orang.
Nafsu membuat makhluk tak pernah kenyang,
selalu merasa lapar tak pernah nrima
Nafsu memang tak bisa kenyang,
Nafsu hanya bisa di didik dan dikawal
Walau tak kenyang, setidaknya tak guncang.
@uminurchayatii
Jogja, 08/08/2018
 |
| Ilustrasi |