• Beranda
  • Motivasi
    • Premium Version
    • Free Version
    • Downloadable
    • Link Url
      • Example Menu
      • Example Menu 1
  • Opini
    • Facebook
    • Twitter
    • Googleplus
  • Puisi
    • Langgam Cinta
    • Pertemuan Bahagia dan Sedih
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Sebuah Perjalanan
  • Stories / Notes
  • Tips - Trik
  • Who Am I

Bangun Pagi-pagi



Gambar ilustrasi: dua ekor kerbau di padang rumput luas.
credit: penulis
Manusia telah diciptakan Allah dari dari tanah liat dan segumpal darah yang kemudian ditiupkan roh ke dalamnya. Seperti termaktub dalam Al-Qur’an Surat Al-Mukminun ayat 12-14 yang menerangkan tentang pembentukan manusia:


 "Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah (12). Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim) (13). kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging  itu Kami jadikan tulang belulang , lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta yang paling baik (14)." 

Sesungguhnya dalam penciptaannya Allah SWT telah menciptakan berbagai jenis bentuk ciptaannya, diantaranya:
1. Yang tidak bisa merasa dan tidak bisa berpikir serta tidak bisa merasakan, termasuk dalam golongan ini adalah tanah, batu, pasir, awan.
2. Yang bisa bernafas, bisa merasa tapi tak bisa berekspresi, diantara kelompok ini adalah tanaman dan segala jenis tumbuh-tumbuhan. Mereka bisa bernapas dan merasa pada perubahan iklim di sekitarnya sehingga mereka mempunyai reaksi. Akan tetapi mereka tetap akan terus tumbuh misalnya ketika dirusak dll, tumbuhan tak bisa memprotes.
3. Bisa bernafas, bisa merasa, bisa berperasaan, dan bisa berekspresi yaitu binatang. Mereka diciptakan Allah dengan segala yang dikehendakiNya, bahwa binatang dapat bernapas karena hidup, dapat merasakan perubahan dan  kondisi sekitar, ketika lapar mereka bersuara dan ketika ada yang mengganggu mereka bersuara itulah ekspresi binatang. Namun suara yang dikeluarkan oleh binatang tetap sama, tak ada bedanya antara sedih dan senang karena mereka tak dikaruniai akal. 
4. Bisa bernapas, bisa merasakan, bisa berekspresi,  dan bisa berpikir. Itulah manusia, yang hidup yang bersuara, yang berakal. Akal adalah karunia yang diberikan Allah SWT sehingga manusia dapat berpikir.

Dari keempat jenis diatas maka wajar jika manusia dianggap makhluk yang paling sempurna, maksudnya adalah paling sempurna diantara ciptaan Allah. Wajar saja jika saat itu ketika Nabi Adam AS diciptakan dan Allah Swt menyuruh Iblis bersujud kepadanya setelah itu. tapi iblis tak mau melakukannya karena menganggap dirinya lebih sempurna dari Adam AS, ia menganngap bahwa dirinya yang diciptakan dari api itu lebih baik dari yang diciptakan dari tanah. Sehingga Iblis diperintahkan untuk pergi  dari Surga  oleh Allah Swt.

Dengan perginya iblis, iblis pun berjanji akan terus menggoda Nabi Adam AS dan seluruh  keurunannya untuk menemaninya di neraka kelak. Usaha itu ditempuh iblis dengan menggoda Adam AS agar pergi dari Surga, yaitu dengan membujuknya memakan buah khuldi yang dilarang oleh Allah Swt untuk dimakan. Iblis terus berbisik pada Adam dan Hawa bahwa Al-Khuldi itu artinya boleh sehingga buah khuldi tersebut boleh dimakan.

Akhirnya mereka terkena rayuan iblis dan melanggar perintah Allah Swt untuk tidak makan buah khuldi. Sehingga Adam dan Hawa diturunkan dari Surga, yaitu ke bumi. Mereka berdua diturunkan di tempat yang berbeda, di ujung selatan dan utara Bumi sampai singkat cerita mereka bertemu kembali di Jamal Rahmah (sekarang). Kini tempat bertemuna Adam AS dan Hawa menjadi tempat yang wajib disinggahi ketika melakukan ibadah haji.

Melihat sejarah diatas maka kita patut berbangga bahwa nyatanya pada awal diciptakan malaikat dan iblis telah diperintahkan oleh Allah Swt unutuk bersujud pada manusia. Malaikat tak menolaknya, karena malaikat adalah makhluk Allah yang tak dikaruniai nafsu. Sehingga malaikat selalu tunduk dengan segala perintah Allah  tanpa sesekali membentah. Hal ini sangat berbeda dengan ibis yang perilaku sebaliknya.

Manusia sendiri selain dikaruniai akal juga dibekali nafsu. Bisa dikatakan manusia adalah perwujudan tengah-tengah antara malaikat dan iblis. Hal ini tergantung bagaimana manusia mengendalikan hawa nafsu dan akalnya untuk berpikir.

Dalam hidupnya  umat manusia akan selalu dihadapkan pada berbagai persoalan. Hal ini seringkali menyebabkan manusia lupa mengendalikan nafsu dan akal untuk berpikir. Dengan godaan iblis yang maha dasyat seringkali manusia lupa akan tujuannya diciptakan yaitu menjadi khalifah di bumi (khalifah fil ardhi). Terkadang manusia dapat dihinggapi rasa marah yang sedemikian hingga pada kondisi parahnya menjadi iblis yang berbentuk manusia. Terkadang juga manusia yang saking baiknya, selalu menuruti perintah Allah dan menjauhi laragannya sehingga hatinya seperti malaikat, merekalah manusia yang dapat mengendalikan nafsunya.

Jika kita lihat maka nafsu tak seluruhnya membawa pada penyimpangan-penyimpangan. Manusia akan membutuhkan nafsu dalam segala aktifitasnya mulai dari makan sampai belajar, karena nafsu juga selalu membawa pada keinginan. Termasuk keinginan untuk selalu berbuat baik melaksanakan perintah Ilahi dan menjauhi larangannya.

Menjadi poin utama yang harus diperhatikan manusia adalah menggunakan akal sehatnya untuk berpikir dan mengendalikan nafsunya agar selalu pada jalannya. Mengingat godaan iblis yang begitu pintar yang dapat memanipulasi sekat-sekat antara kebaikan dan keburukan. Contoh saja ketika seseorang berjilbab dengan tujuan untuk melaksanakan perintah Allah yaitu menutup aurat, tentu itu sangat bagus tapi ibis akan menggodanya misal ketika membeli jilbab. Kini yang dipikirkan ketika membeli jilbab adalah bagus tidak ya, ukuran bagus ini relatif adalah ukuran bagus dimata manusia, apakah ketika ia menggunakannya bagus dll. Begitulah diantara tipu daya iblis.

Selain nafsu manusia telah dikaruniai akal yang sesungguhnya agar manusia berpikir. Dengan akal sehatnya maka manusia membangun peradabannya sehingga berkembanglah manusia hingga kini dengan segala ilmu penetahuaannya. Manusia adalah makhluk yang dapat membedakan yang haq dan yang bathil. Mereka menggunakan akalnya untuk hal-hal tersebut. Sehingga inilah yang membedakan antara manusia dengan binatang. Ketika manusia tak dapat lagi menggunakan akalnya maka disaat itu ia tak ubahnya dengan binatang. Maha Besar Allah dengan segala ciptaannya.


Wrote by Umi Nurchayati

Lanjutan Tanangan Islam Kini..
Dari kiri: Ny. Hj. Hindun Anisah, Buya Husein, Prof. Muhammad Husain, Syaikh Bilal Al Ghanimi
dok: penulis 
Sedangkan tantangan eksternal yang disebutkan Syaikh Bilal diantaranya adalah ketakuan negara barat akan peradaban Islam, dimana diketahui bahwa dulu ada beberapa ideologi yang saling bermusuhan yaitu yang pertama adalah paham Sosialis, paham Kapitalis dan paham Islam, dimana paham Kapitalis berusaha mengandeng Islam untuk meruntuhkan Sosialis yang diwakili oleh negara Uni Soviet (Rusia).
Setelah paham Sosialis diruntuhkan maka tinggal dua paham yaitu Kapitalis dan  Islam dimana Kapitalis selalu mencari musuh dan yang saat ini dianggap musuh adalah Islam. Maka mereka menyebarkan isu-isu ajaran islam yang menakutkan, mereka mengembangkan isu bahwa Islam adalah agama yang radikal yang  akan mengancam kehidupan manusia dan yang lainnya sehingga menurut Syaikh Bilal bahwa sebenarnya istilah teroris dinyatakan oleh negara Barat sendiri. Mereka mengelak kebenaran bahwa Islam adalah agama yang menyebarkan kasih sayang.
Ketakutan negara Barat terhadap Islam dapat dipahami karena mereka menganggap bahwa ketika Islam berhasil menjadi peradaban besar maka akan mengancam eksistensi mereka. Sebenarnya menurut Syaikh Bilal ini adalah pemahaman yang keliru karena jika Islam menjadi pemahaman terbesar di dunia maka sebenarnya Islam sangat melindungi perbedaan atau sangat toleran terhadap adanya perbedaan.
Bahkan mereka yang tidak memeluk agama Islam pun jika mereka berada dalam kekuatan Islam maka mereka akan mendapatkan perlindungan darah mereka. Terdapat satu hadist bahwa siapapun yang membunuh orang yang berlindung dibawah Islam meskipun ia bukan orang Islam maka orang yang membunuh itu tidak akan bisa masuk Surga dan jaraknya dengan suga adalah sepanjang 40 tahun perjalanan.
Tantangan eksternal kedua adalah globalisasi, banyak yang menganggap Islam tidak menerima perkembangan tekmologi padahal sebenarnya Islam sangat respek pada hal tersebut selama perkembangan teknologi adalah dalam rangka memberikan kemaslahatan pada orang banyak. Syaikh Bilal menyatakan bahwa mencari ilmu kapan pun dan dimanapun adalah yang dituntut dalam Islam karena ilmu itu berkembang.
Ketiga adalah peran ulama perempuan, Perempuan harus mengambil peran seperti sahabat-sahabat Rasulullah, salah satunya adalah Umul Mukminin itu sendiri yaitu Aisyah r.a, Fatimah binti Muhammad, Sayyidah Khamsa, Sayyidah Nafisah yang merupakan guru dari Imam Syafi’i dan masih banyak lagi.
Mereka semua adalah para ulama perempuan yang telah memberikan konstribudi besar dalam dakwah Islam. Seperti Aisyah r.a meriwayatkan sebanyak 2.210 hadist. Jadi istri Rasulullah Sayyidah Aisyah adalah yang paling banyak meriwayatkan hadist setelah Abu Huraira dan Abdullah bin Umar r.a.
Syaikh Bilal juga menyebut bahwa salah satu ulama mengatakan bahwa jika seluruh keilmuan ulama perempuan pada saat itu dikumpulkan maka keilmuan Aisyah adalah keseluruhan ulama perempuan pada saat itu. Hal ini menunjukan bahwa ulama perempuan memiliki andil yang sangat besar dalam ikut menyelesaikan tantangan-tantangan yang dihadapi oleh umat Islam saat ini sehingga diharapkan umat Islam memiliki kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan atau permusuhan dari negara-negara yang memusuhi Islam itu sendiri dan terwujud Islam Rahmatallialalamin.

Wrote by Umi Nurchayati


 
Dari kiri: Nyai Hj. Hindun Anisah, Buya Husein, Prof. Said Aqil Husain Muhammad, Syaikh Bilal Muhammad Afifi
Dok: almunawwir.com
Menurut Syaikh Bilal Muhammad Afifi Ghanim dari Al-Azhar University menyebut dua tantangan Islam kini yaitu tantangan internal yang berasal dari umat Islam sendiri dan tantangan eksternal dari luar islam. Hal itu Beliau ungkapkan pada Muktamar Pemikiran Santri Nusantara yang digelar di Pesantren Krapyak, Yogyakarta pada Kamis pagi (11/10). Berikut dimulai dari tantangan internal, termasuk di dalamnya yaitu;
Pertama, tantangan masalah terorisme yang dapat melemahkan masyarakat Islam. Syaikh Bilal mengatakan bahwa terorisme tak hanya sebagai tantangan internal melainkan juga ekternal, karena meski pelaku terorisme adalah orang Islam sendiri tetapi justru pemimpin aksi-aksi terorisme selalu mendapatkan perlindungan  dari negara non muslim, sehingga terorisme juga dimanfaatkan oleh negara-negara yang tidak pro Islam untuk melemahkan Islam.
Kedua, Kesalahan dalam memahami ajaran Islam, ada kelompok-kelompok Islam tertentu yang menafsirkan agama Islam ini adalah ajaran yang baku dimana dilakukan oleh Nabi Muhammad dan para sahabatnya serta tidak menerima perubahan sesuai perkembangan zaman dan tempat.  Padahal ajaran Islam sendiri bersifat universal yang mampu dipakai dalam segala zaman dan tempat.
Ketiga, Kerusakan moral, banyak para remaja beranggapan Islam adalah ajaran yang membatasi kebebasan sehingga mereka justru menanyakan beberapa hukum-hukum yang telah ditetapkan dalam Islam itu sendiri, salah satunya adalah kenapa di dalam Islam mengharamkan khamr  dan mengharamkan zina.
Mereka (para remaja) tidak mengetahui dan memahami bahwasanya diharamkannya khamr adalah dalam rangka untuk melindungi mereka sedangkan diharamkannya zina adalah untuk melindungi nasab (keurunan), dengan diharamkannya  zina maka nasab (garis keturunan) seseorang itu menjadi jelas. Maka Islam mengharamkan zina bukan untuk membatasi kebebasan melainkan untuk melindungi mereka dari perbuatan-perbuatan yang dapat merusak keturunan (nasab).
Kemudian diharamkannya khamr Syaikh Bilal menyebut bahwa jika dipahami secara benar diharamkannya khamr ini adalah dalam rangka untuk melindungi dan menjaga akal, sebab jika orang minum khamr akalnya akan rusak dan hilang, jika orang itu akalnya sudah rusak dan hilang maka  tidak ada bedanya orang itu dengan binatang.
Keempat, Munculnya berbagai kelompok dan perbedaan dalam agama Islam, yang mana diantara kelompok justru menyalahkan dan mengkafirkan kelompok lain sehingga tidak dapat bahu membahu dan saling menguatkan antara kelompok Islam.
Menurut Syaikh Bilal, tidak semua negara Barat memusuhi Islam, ada sebagian yang bisa berdampingan  dengan kelompok / negara Islam tetapi ada sebagian yang lain yang memang  memusuhi Islam. Jadi sesungguhnya musuh Islam dari negara Barat ini adalah yang berusaha melemahkan Islam dengan tantangan-tantangan yang disebutkan tersebut.
Tantangan lain yang dapat melemahkan Islam adalah gerakan pemurtadan dan pendangkalan akidah pada generasi Islam. Jadi generasi Islam dijauhkan dari ajaran agama yang sebenarnya dan menyimpang dari kebenaran Al-Qur’an yang sebenarnya, sementara musuh-musuh Islam sendiri telah mengakui kebenaran dari ajaran Al-Qur’an.
Jadi perkembangan teknologi dan berbagai macam penelitian yang telah dilakukan negara-negara Barat yang tidak mengakui ajaran Islam kini telah membenarkan kebenaran Al-Qur’an yang tidak bertentangan dengan ilmu pengetahuan. Akan tetapi di sisi yang lain mereka berusaha menjauhkan dari akidah yang benar ini dalam rangka melemahkan kekuatan Islam.
Bersambung ke Tantangan Eksternal...

 *
Note: Tulisan ini pernah saya kirimkan ke salah satu media tetapi karena belum dimuat jadi saya post dulu di blog, sebelum usang ^^





Wrote by Umi Nurchayati

Jika cinta hanya tentang kamu dan dia
Sempit sekali cinta
Jika cinta hanya tentang bersama selamanya
Jumud sekali cinta
Cinta adalah rahmat
Tak hanya untuk kamu dan dia
Tapi untuk mereka pula
Jika tak rela
Pantaskah disebut cinta?

-5.37

Wrote by Umi Nurchayati
Gambar: Cover Kitab Rawai'ul Bayan oleh Syaikh Ali Asshobuni


Malam ini ialah sesi ngaji di kelas Rabi’ dengan Kitab Rawai’ul Bayan karangan Ulama Kontemporer yaitu Syaikh Ali Asshobuni. Kitab ini dibawakan sangat menarik oleh Pak Taj, begitulah kami biasa memanggilnya. Bernama asli Tajul Muluk, selain sebagai Pengajar di Komplek Q, Pak Taj juga seorang dosen di sebuah kampus Islam negri di Yogyakarta.

Kitab Rawaidul Bayan sendiri merupakah kitab tafsir. Menurut Pak Taj pengarang kitab ini, yaitu Syaikh Ali Asshobuni juga sangat dikagumi dalam dunia akademik, selain di dunia pesantren tentunya. Beliau berasal dari Aleppo, Syiria.

Malam ini kami masih membahas Bab “menikah dengan ahli kitab”
Apa itu ahli kitab?
Ialah ahli kitab-kitab Allah, yang menguasai kitab kitab Allah selain Al-Qur’an. Dalam al-Qur’an sendiri disebutkan pelarangan atas menikahi seorang ahli kitab. “wanita muslim dilarang menikahi laki-laki ahli kitab” sedangkan “laki-laki ahli kitab diijinkan menikahi wanita ahli kitab”.
Kenapa ayat itu muncul, bahkan seolah olah tidak adil karena hanya laki-laki muslim saja yang dibolehkan menikahi ahli kitab sedangkan wanita muslim tidak.

Perlu diketahui itulah Islam, semua hal memiliki kedudukannya masing-masing. Begitupun manusia. Laki-laki dan perempuan memiliki kedudukannya masing-masing, memiliki fungsi masing-masing, serta hak dan kewajibannya masing-masing. Yakinlah kesemuanya itu adalah bentuk keadilan yang Kuasa.

Jika kita meyakini Islam yaitu yakin pada rukun Islam, lalu mana yang harus didahulukan antara yakin dan nalar/pengetahuan?

Menurut saya memang yakin harus didahulukan, karena jika seseorang sudah berislam artinya ia meyakini dengan sepenuh hatinya bahwa Allah Tuhannya dan Muhammad utusannya, itulah iman, meyakini berarti mengimani. Hal itu bukan kapasitasku untuk menjelaskannya. Saya hanya santri amatir. Akhirnya kenapa kita harus yakin karena banyak hal yang tak dapat pula dijelaskan oleh nalar tapi terjadi dan ada. Apalah manusia dengan berbagai kekurangan yang meyertainya.

Lanjutkan lagi tentang ahli kitab dan pernikahan dengan ahli kitab, menurut pak Taj seorang laki-laki ialah seorang pemimpin sehingga ia bisa mengajak istrinya untuk bersama memeluk agamanya, karena seorang laki laki memanglah ditakdirkan sebagai pemimpin, ia dilengkapi dengan segala kelebihannya dibandingkan wanita. Tentu saja ini dengan perbandingan yang setara.

Kita akui bahwa semua agama memiliki pesan syiar atau ajakan. Lantas kenapa kita mengecam kristenisasi?
Begitulah menurut pak Taj, selain berlatar belakang pesantren, pemikiran beliau lebih modern dari ulama-ulama salaf.

Lalu ada santri bertanya, Boleh menikahi ahli kitab itu kan dulu, nah sekarang kita tahu bersama bahwa contohnya saja kitab Injil telah mengalami perubahan beberapa kali. Lantas sesungguhnya ahli kitab itu sudah idak ada di zaman sekarang karena tak ada lagi yang benar-benar mengkaji kitab Injil yang asli seperti Injilnya Nabi Isa AS?

Sebelum menjawab pertanyaan itu Pak Taj mengingatkan bahwa bagian dari rukun Iman yaitu iman kepada kitab-kitab Allah. Yang perlu digarisbawahi bahwa kitab-kitab Allah itu tidak hanya al-Qur’an saja, ada kitab Zabur, Taurat, dan Injil yang diturunkan terlebih dahulu sebelum al-Qur’an. Banyak umat muslim sering melupakannya, bahwa sesungguhnya Kitab Allah juga diturunkan pada agama-agama samawi sebelumnya dan pada Rasul-Rasul sebelumnya.

Untuk menjawab pernyataan bahwa, Alkitab telah mengalami beberapa perubahan maka harus terlebih dahulu dilakukan penelitian. Karena jika dilihat dari pendekatan historis dan hermeneutik maka kembali muncul pertanyaan. Apakah Injil yang beredar sekarang ialah Injil yang sudah mengalami banyak perubahan lalu didistribusikan ke seluruh negara-negara atau bisa jadi adalah versi terjemahan dari aslinya.

Karena bahasa juga memiliki keterbatasan, jangankan berbeda bahasa, berbeda orang pun akan memiiki hasil pemikiran yang berbeda dalam menyimpulkan sebuah teks. Hal itu disebut tafsir, dimana merupakan hasil pemikiran seseorang yang tentu saja secara langsung dipengaruhi kondisi sosial sekitarnya. 

Maka dari itu para Ulama Islam melarang beredarnya teks terjemahan atau tafsir al-Qur’an tanpa disertai teks aslinya (teks arab) agar bisa dilihat yang asli. Dengan melihat teks asli maka akan ketahuan jika ada kesalahan terkjemah atau tafsir, karena dalam bahasa arab sendiri terdapat alat-alat untuk mengartiakan suatu teks. Disini ilmu nahwu, sharaf dan balaghoh memiliki peranan yang vital.
Kesimpulan akhir dalam kitab Syaikh Ali Asshobuni tersebut diantaranya:
1.       dilarang menikahi wanita musrik (dimana musyrik disini ialah dimaksudkan pada orang-orang yang tidak memeluk agama samawi).  Agama samawi sendiri yaitu agama dari Allah, bukan buatan manusia. Yang mana dalam penyampaiannya melalui Nabi dan Rasulnya.
2.       Laki-laki muslim boleh menikahi ahli kitab asalkan tidak dikhawatirkan akan menimbulkan kebingungan pada anak-anaknya kelak.
3.       Wanita muslim dilarang menikah dengan ahli kitab.

Melihat dan mendengar penuturan Pak Taj, kami hanya berpikir akan makin bodohnya kami, banyak yg belum diketahui, dan masih begitu sempitnya pandangan kami. Sungguh kebenaran hanya milik Allah Azza wa Jalla, punya apa manusia jika selalu merasa benar.

Itulah salah satu guru ngaji kami, selalu mengajak berpikir dan membuka wawasan seluas-luasnya. Begitupun cuplikan tulisan ini diambil dari  memory yang saya ingat dari ngaji malam Kamis waktu itu, wallahualambisshoab. Penafsiran penulis juga tak lepas dari kondisi sosial dan latar belakan saya, Semoga kita selalu diberi petunjuk oleh Yang Kuasa.





Wrote by Umi Nurchayati
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Wikipedia

Hasil penelusuran

Halaman

  • Beranda
  • Motivasi
  • KOLOM
  • PUISI
  • Sebuah Perjalanan
  • Stories / Notes
  • Tips & Trik
  • Who Am I

Jejak

  • ▼  2024 (1)
    • ▼  Februari (1)
      • Review Buku: CRIME AND PUNISHMENT - FYODOR DOSTOEVSKY
  • ►  2023 (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2022 (8)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  April (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2021 (9)
    • ►  November (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2020 (11)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (13)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2018 (18)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (2)
  • ►  2016 (1)
    • ►  Desember (1)
  • ►  2015 (6)
    • ►  November (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Mei (3)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2013 (4)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Februari (1)

Instagram

Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Popular Posts

  • Menyikapi Budaya Konsumtif Secara Bijak Dari Lagu Efek Rumah Kaca
    'Atas bujukan setan Hasrat yang dijebak zaman Kita belanja terus sampai mati' Mendengar bait lirik lagu Efek Rumah Kaca (ERK...
  • Rahasia Para Pendo’a
      Sejak kecil anak-anak selalu diajarkan berbagai macam doa, mulai dari doa bangun tidur, mau makan, selesai makan,masuk/keluar kamar mandi,...
  • Review Buku: CRIME AND PUNISHMENT - FYODOR DOSTOEVSKY
      dok. pribadi Judul: Crime and Punishment ; Penulis: Fyodor Dostoevsky ; Penerbit: Wordsworth Classics ; Penerjemah dalam B. Inggris: C...
  • Mengenal Islamisme dan Tantangannya Bagi Kehidupan Bernegara
    Dewasa ini kehidupan berdemokrasi bangsa kita tengah mengalami berbagai terpaan badai. Tanpa disadari dalam empat tahun terakhir ini isu ide...
  • Bersyi'ar dengan Cinta ala Mbah Kakung dan Mbah Putri
    Setelah beberapa hari lalu mbah terakhir saya, Mbah Putri dari pihak Bapak kapundhut dhateng Gusti Allah, saya jadi ingat Mbah Kakung juga ...
  • Perempuan dan Kebebasan Berekspresi, Zaman Nabi dan Kini
      Semakin hari rasanya hidup semakin ribet saja , apalagi sebagai seorang perempuan. Apa-apa yang sejak kecil biasa dilakukan menjadi hal y...
  • REFLEKSI - Sejatinya Hidup
    Ilustrasi, In frame: umi nc, credit: kawan Untuk apa aku diciptakan? Mengapa aku diciptakan? Mengapa diri ini aku? Tiga b...

Draft

  • coretan unc
  • Motivasi
  • Opini
  • Puisi
  • sebuah perjalanan
  • stories / notes
  • Tips & Trik

Mengenai Saya

Foto saya
Umi Nurchayati
Blog pribadi Umi Nurchayati @uminurchayatii | uminurchayatiii@gmail.com | "Dalam samudra luas, riak saja bukan"
Lihat profil lengkapku

Copyright © 2019 Bangun Pagi-pagi. Designed by OddThemes & Blogger Templates